Perang Teknologi: Upaya Tiongkok Membobol Rahasia Semikonduktor AS

3 minutes reading
Tuesday, 5 Nov 2024 06:41 0 35 Redaksi

Tekno, smart24tech – Dalam beberapa tahun terakhir, Amerika Serikat menghadapi tantangan yang signifikan dan belum pernah terjadi sebelumnya. Negara ini berusaha keras untuk melindungi inovasi teknologi dan kekayaan intelektual dari ancaman yang gigih dan cerdik, yaitu Tiongkok.

Menurut informasi dari FinancialPost.us, serangkaian kasus menunjukkan upaya Tiongkok untuk mendapatkan akses ke teknologi sensitif AS, sering kali melalui cara-cara yang melanggar hukum. Tindakan ini tidak hanya berdampak pada kepentingan ekonomi Amerika, tetapi juga menimbulkan ancaman serius terhadap keamanan nasional.

Baru-baru ini, seorang warga negara Tiongkok berusia 65 tahun bernama Chen Lin mengaku bersalah atas tuduhan mengekspor peralatan semikonduktor AS secara ilegal.

Teknologi semikonduktor menjadi sorotan dalam persaingan teknologi antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Kasus yang melibatkan Chen Lin merupakan bagian dari pola yang lebih luas dalam upaya untuk mendapatkan teknik manufaktur semikonduktor canggih, sering kali dengan cara yang melanggar hukum dan peraturan yang ada.

Keterkaitan antara transfer teknologi ini dan potensi aplikasi militernya menjadi semakin jelas. Salah satu contoh adalah kasus Shih Yi-Chi, seorang insinyur listrik yang dihukum karena mengekspor Monolithic Microwave Integrated Circuits (MMIC) secara ilegal ke Tiongkok. Ini menunjukkan hubungan langsung antara teknologi yang dicuri dan kemajuan di bidang militer.

MMIC, yang dapat digunakan dalam sistem pemandu rudal, pesawat tempur, dan radar, merupakan teknologi dual-use yang sangat dicari oleh Tiongkok untuk memperkuat kemampuan militernya.

Kasus lainnya melibatkan seorang peneliti asal Tiongkok yang diduga mencuri teknologi terkait deteksi peluncuran rudal nuklir dan pelacakan rudal balistik dan hipersonik, menyoroti sifat strategis dari upaya spionase yang dilakukan oleh Tiongkok. Insiden ini menandakan adanya usaha terkoordinasi untuk mengurangi keunggulan militer AS dan mengancam keamanan nasional.

Direktur FBI, Christopher Wray, menyatakan bahwa agensinya membuka penyelidikan kontraintelijen baru terhadap Tiongkok setiap 12 jam, yang memberikan gambaran jelas mengenai skala dan intensitas kegiatan spionase yang dilakukan oleh Tiongkok. Kecepatan operasional yang terus-menerus menunjukkan adanya upaya terorganisir dan didanai dengan baik untuk secara sistematis mengakses rahasia teknologi AS.

Metode yang digunakan dalam operasi ini sangat beragam dan canggih. Mulai dari memanfaatkan perusahaan perantara untuk menyembunyikan tujuan akhir dari peralatan sensitif hingga merekrut peneliti dan insinyur yang memiliki akses ke teknologi mutakhir, pendekatan Tiongkok bersifat multi-dimensional dan adaptif.

Di luar masalah keamanan nasional, pencurian teknologi oleh Tiongkok juga memiliki dampak ekonomi yang besar bagi Amerika Serikat. Hilangnya kekayaan intelektual dan rahasia dagang dapat merugikan daya saing perusahaan-perusahaan AS, berpotensi menyebabkan kerugian miliaran dolar dalam pendapatan dan lapangan kerja. Selain itu, hal ini menimbulkan ancaman bagi posisi kepemimpinan Amerika dalam industri-industri utama, terutama di sektor teknologi tinggi.

Industri semikonduktor, yang merupakan landasan teknologi modern, sangat rentan. Dengan agresifnya Tiongkok mengejar kemandirian semikonduktor, sering kali melalui cara-cara ilegal, negara tersebut berpotensi mengganggu rantai pasokan global dan memanfaatkan posisinya untuk keuntungan ekonomi atau politik.

Sebagai respons terhadap ancaman ini, pemerintah AS telah meningkatkan pengawasan regulasi dan penegakan hukum. Daftar Entitas yang dikelola oleh Biro Industri dan Keamanan Departemen Perdagangan berfungsi sebagai alat penting untuk mencegah transfer teknologi sensitif kepada entitas yang dianggap bertentangan dengan kepentingan keamanan nasional AS. (Gwenchana)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Featured

Recent Comments

No comments to show.
LAINNYA